Kelapa Sawit (CPO)
NORMALAnalisa per 12 Okt 2026 · kemarinCPO CME terakhir 1,136.00 USD/t = +3.2% vs rata-rata 12 bulan (1,100.27) → level NORMAL. Arah DATAR (+0.5% MA20 vs MA60). El Niño kuat (ONI +2.2, 2026-08): produksi TBS biasanya turun 6–12 bulan kemudian — harga cenderung tertopang, volume emiten hulu tertekan.
Fase = level (NORMAL) × arah (DATAR). Siklus tidak menghalangi pembelian.
- Harga Referensi CPO Kemendag belum diperbarui 41 hari (terakhir 2026-09-01; seharusnya ≤ 40 hari)
Fundamental Komoditas & Industri dikurasi 27 Sep 2026 · 15 hari lalu
Konten dikurasi manual dengan sumber per kartu. Fakta struktural (regulasi, struktur industri) berlaku lama; fakta dinamis (harga, data bulanan) bertanggal — cek tanggalnya di tiap kalimat.
- Indonesia produsen minyak sawit terbesar dunia: produksi CPO 2025 mencapai 51,66 juta ton (+7,26% y/y); CPO+PKO total 56,55 juta ton (GAPKI, Maret 2026).
- Nilai ekspor sawit 2025: US$35,87 miliar (±Rp590 triliun), melonjak 29,2% dari 2024 — salah satu penyumbang devisa non-migas terbesar.
- Volume ekspor 2025: 32,34 juta ton (+9,51% y/y); konsumsi domestik 24,77 juta ton (+3,82%), ditopang mandatori biodiesel.
- Luas kebun sawit nasional ±16,83 juta ha; ±41% dikelola petani rakyat/swadaya.
- Semester I 2026 (GAPKI, rilis 21 Agu 2026): produksi CPO+PKO 30,28 juta ton (+15,82% y/y dari 27,89 juta ton); ekspor 16,60 juta ton (+5,79%) senilai US$19,45 miliar (+12,57%); konsumsi domestik 12,99 juta ton (+5,48%).
- Produksi minyak sawit global 2025/26 diproyeksikan rekor 80,7 juta ton (+3% y/y) — USDA.
- Indonesia (46,7 jt ton versi USDA) + Malaysia (20,2 jt ton) menguasai ±83% produksi dunia — pasar praktis duopoli pasokan.
- Permintaan domestik RI naik struktural karena biodiesel: B50 berlaku sejak 1 Juli 2026 (Kepmen ESDM 257.K/EK.01/MEM.E/2026); konsumsi biodiesel Juni 2026 1,131 juta ton (Mei 1,035 juta ton) — GAPKI.
- Permintaan global bergeser: ekspor Jan–Jun 2026 ke India −7% dan Pakistan −7% y/y, tetapi China +31% dan Malaysia +13% (GAPKI).
- Stok sawit nasional akhir Juni 2026 2,84 juta ton (awal 2026: 2,07 juta ton) — GAPKI.
- Harga Referensi (HR) CPO Kemendag September 2026: US$1.007,51/MT (Kepmendag 1778/2026) — naik US$10,99 (+1,10%) dari Agustus (US$996,52); sebelumnya Juli US$1.000,90 dan Juni US$1.029,51.
- HR 12 bulan terakhir (Okt 2025–Sep 2026) bergerak US$915,64 (Jan 2026, terendah) → US$1.049,58 (Mei 2026, tertinggi); September masih ±4% di bawah puncak Mei.
- HR September dihitung dari periode 20 Jul–19 Agu 2026: bursa CPO Indonesia US$904,75, bursa Malaysia US$1.110,27, Rotterdam US$1.548,92; karena selisih >US$40/MT dipakai median dua sumber terdekat (bursa Malaysia dan Indonesia).
- Harga ekspor rata-rata CPO Indonesia (GAPKI): Juni 2026 US$1.174/ton, turun 4,32% dari Mei (US$1.227).
- Harga CPO bergerak dalam kompleks minyak nabati global — bersaing dengan minyak kedelai dan bunga matahari; harga minyak mentah mempengaruhi lewat permintaan biodiesel.
- Tujuan ekspor terbesar 2025: China 4,04 juta ton (US$4,4 miliar), India 3,34 juta ton, Pakistan 3,22 juta ton.
- Ekspor Jan–Jun 2026: 16,60 juta ton (+5,79% y/y), US$19,45 miliar (+12,57%). Juni 2026 melonjak 64,08% m/m ke 3,28 juta ton (US$3,92 miliar) setelah Mei yang rendah 2,00 juta ton.
- Tujuan Juni 2026: India 328 rb ton (+396% m/m), China 256 rb, Pakistan 132 rb, Malaysia 129 rb, Afrika 114 rb; EU-27 hanya 4 rb ton. Kumulatif Jan–Jun y/y: China +31%, Malaysia +13%, India −7%, Pakistan −7%, AS −8%, EU-27 −1%.
- Beban fiskal ekspor September 2026: Bea Keluar US$148/MT (tetap sejak Juni) + Pungutan Ekspor 12,5% dari HR (US$125,94/MT) — total ±US$273,94/MT, memukul harga neto eksportir.
- Bea Keluar CPO mengikuti band Harga Referensi: US$148/MT sejak Juni 2026 (Mei 2026 sempat US$178/MT saat HR di puncak; total BK+PE Mei US$309,20/ton).
- Pungutan Ekspor (BLU BPDPKS) 12,5% dari HR — September 2026 US$125,94/MT; dananya membiayai subsidi biodiesel (HIP September Rp15.025/liter, +Rp101 dari Agustus) dan peremajaan (PSR).
- Mandatori biodiesel naik ke B50: Kepmen ESDM 257.K/EK.01/MEM.E/2026 (ditandatangani 17 Jun 2026) berlaku 1 Juli 2026; solar B40 masih boleh diedarkan sampai 30 Sep 2026 (masa transisi). GAPKI (4 Sep 2026): penerapan penuh B50 pada 2027 akan menaikkan konsumsi domestik dari 23–24 juta ton ke ±29 juta ton/tahun dan meminta penerapan fleksibel karena ekspor menjadi bagian pertama yang dikurangi.
- Sejak 1 Juni 2026 ekspor CPO/PKO, batu bara, dan ferroalloy berada di bawah pengawasan satu pintu PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI; PP 24/2026): eksportir menyampaikan dokumen perdagangan secara elektronik; ±6.500 deklarasi ekspor (>US$14 miliar) sudah diawasi; masa transisi hingga akhir 2026, penuh 1 Jan 2027. Risiko yang dicatat: keterlambatan transaksi dan biaya administrasi.
- Standar ISPO diperbarui awal 2026 — kini memuat syarat geolokasi dan cut-off deforestasi yang selaras EUDR untuk seluruh pemegang sertifikat.
- Rantai nilai: kebun (TBS) → pabrik kelapa sawit/PKS (CPO & PKO) → rafinasi (minyak goreng, oleofood, oleokimia) → biodiesel (FAME).
- ±41% lahan dikelola petani swadaya — pasokan TBS ke PKS bergantung jutaan smallholder; ini titik kritis traceability EUDR.
- Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) lambat: realisasi Jan–Okt 2025 hanya 22% dari target 120 ribu ha; akumulasi rekomendasi teknis 2017–2025 baru 417 ribu ha.
- Tanpa ekspansi lahan baru, pertumbuhan produksi nasional hanya bisa datang dari produktivitas & replanting — risiko stagnasi pasokan jangka menengah.
- EUDR (Regulation (EU) 2025/2650, terbit 23 Des 2025): operator besar & menengah wajib patuh 30 Desember 2026; usaha mikro-kecil 30 Juni 2027 (cukup deklarasi sederhana). Sawit tetap dalam cakupan dan tidak ada pengecualian khusus untuk Indonesia/Malaysia.
- Kesiapan timpang: baru 18–22% lahan smallholder Indonesia punya geolokasi terverifikasi (Q1 2026), sementara estate korporasi >85% siap — emiten besar diuntungkan relatif.
- CPO compliant-EUDR diperdagangkan premium US$150–220/ton di atas produk non-compliant, dan premium diperkirakan melebar saat enforcement dimulai.
- Ayunan permintaan India–China langsung terasa: Juni 2026 ekspor ke India +396% dan China +67% m/m (GAPKI), tetapi kumulatif Jan–Jun India −7% vs China +31% — konsentrasi pembeli adalah sumber volatilitas utama.
- Siklus harga: CPO bergerak bersama kompleks minyak nabati global (kedelai, bunga matahari) dan harga minyak mentah — koreksi crude menekan harga.
- Regulasi domestik berubah cepat: tarif BK/PE, DMO minyak goreng, B50, dan tata kelola ekspor satu pintu DSI menentukan volume dan harga neto yang diterima produsen — B50 penuh 2027 dapat mengurangi ekspor CPO (GAPKI).
- EUDR: biaya traceability naik dan volume non-compliant berisiko diskon/tersingkir dari pasar Eropa.
- Produktivitas: profil tanaman menua + PSR lambat → produksi nasional terancam stagnan jika peremajaan tidak dipercepat.
- Emiten spesifik: umur tanaman (aging profile), rasio lahan plasma, sengketa lahan, dan disiplin alokasi modal.
- Gadaikan saham dua emiten sawit, pemilik Jhonlin gunakan ekspansi batubara atau bisnis lain Sawit Indonesia ↗
- Harga CPO diproyeksi kembali ke RM5.000 per ton pada awal 2027; pasar koreksi namun tetap mencetak penguatan mingguan InfoSAWIT ↗Sawit Indonesia ↗
- Harga TBS sawit nasional 5–11 Oktober 2026 rata‑rata Rp3.527/kg; harga TBS Jambi 9–15 Oktober turun dengan tertinggi Rp3.621,16/kg sawitsetara.co ↗InfoSAWIT ↗
- GAPKI bahas prospek industri sawit dalam IPOC 2026, sumbang devisa sekitar Rp667 triliun, dan menyatakan mandat B60 pada 2027 tidak mungkin diterapkan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) ↗HaiSawit ↗Sawit Indonesia ↗
- Ekspansi ke Timur Tengah dan Afrika: BPI Danantara dan SWF Mesir garap pabrik refinery CPO di Mesir, serta pemerintah berencana bangun kilang minyak sawit di Mesir kontan.co.id ↗RRI.co.id ↗Sawit Indonesia ↗
| Emiten | Tertanam (ha) | OER (%) | Produksi CPO (rb t) | EV/ha (Rp jt) | Periode · sumber |
|---|---|---|---|---|---|
| AALI | — | — | 1.200 | — | 2025-12-31 (FY2025)[1] |
| LSIP | 89.559 | 22,4 | 136 | 19 | 2026-06-30 (H1-2026)[1] |
| DSNG | — | 23,5 | 299 | — | 2026-06-30 (H1-2026)[1] |
| TAPG | 159.707 | — | 953 | 247 | 2025-12-31 (FY2025)[1] |
| STAA | — | 21,8 | 176 | — | 2026-06-30 (H1-2026)[1] |
| SIMP | 278.099 | — | 338 | 31 | 2026-06-30 (H1-2026)[1] |
Cohort Tahunan — Pola Siklus 2021–2026
Setiap garis = satu tahun kalender, di-indeks 100 di awal tahun. Kalau garis-garis bergerak searah dengan pola berulang → siklikal/musiman; kalau arah tiap tahun berbeda mengikuti harga komoditas → cyclical murni; kalau naik terus konsisten → struktural. Bandingkan chart saham dengan chart komoditas di bawahnya.
Keputusan per Emiten — Produsen Sawit
Rating = peringkat persentil vs peer × murah-tidaknya vs sejarah emiten sendiri; aksi = rating + syarat waktu. Bobot Valuasi 35% · Kualitas 25% · Growth 15% · Momentum 15% · Risiko 10%. Aksi berubah hanya bila sinyalnya bertahan 3 hari.
- Tren pulih bila harga menutup di atas MA50 1,528 (+4.0%)
- Cek P/B lolos pada harga ≤ 1,029 (-30.0%)
- Cek P/B lolos pada harga ≤ 6,733 (-18.4%)
- Tren pulih bila harga menutup di atas MA50 2,021 (+0.0%)
- Cek yield lolos pada harga ≤ 1,878 (-7.0%) — yield berulang = median 5 thn
- Cek P/B lolos pada harga ≤ 530 (-73.8%)
- Cek P/B lolos pada harga ≤ 1,154 (-6.9%)
- Tren pulih bila harga menutup di atas MA50 1,032 (-2.2%)
- Tren pulih bila harga menutup di atas MA50 1,517 (+4.6%)
- Cek P/B lolos pada harga ≤ 927 (-36.1%)
- Tren pulih bila harga menutup di atas MA50 601 (+8.3%)
- Cek P/B lolos pada harga ≤ 418 (-24.6%)
- Tren pulih bila harga menutup di atas MA50 108 (+8.3%)
- Cek P/B lolos pada harga ≤ 86 (-14.2%)
- Tren pulih bila harga menutup di atas MA50 837 (+23.1%)
- Cek P/B lolos pada harga ≤ 453 (-33.4%)
- Tren pulih bila harga menutup di atas MA50 242 (-24.0%)
- Masuk lebih aman dekat MA50 242 (-24.0%) atau setelah RSI < 70
| Emiten | Kategori | Harga | MCap (T) | EV/EBITDA | P/E | P/B | ROE% | Margin EBITDA% | Div% | RevG% | LabaG% | 3 Bln | Nilai/hari (M) | Peringkat ↓ | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| LSIP | Produsen | 1.470 | 10,0 | 0,7x | 4,9x | 0,7x | 14,4 | 42 | 5,7 | +15.9% | +24.7% | +12.6% | 16,4 | 100 | LAYAKCICIL |
| AALI | Produsen | 8.250 | 15,9 | 3,6x | 8,5x | 0,7x | 7,8 | 10 | 6,9 | +5.6% | +56.5% | +34.7% | 13,6 | 96 | LAYAKCICIL |
| TLDNTIDAK LIKUID | Produsen | 600 | 7,8 | 5,7x | 7,1x | 2,1x | 29,5 | 26 | 2,3* | +6.5% | -3.1% | +17.6% | 0,9 | 91 | NETRALHINDARI |
| SMARTIDAK LIKUID | Terintegrasi | 7.900 | 22,7 | 6,2x | 5,5x | 0,9x | 17,0 | 7 | 3,4 | +1.1% | +184.0% | +54.9% | 1,1 | 85 | NETRALHINDARI |
| CEKATIDAK LIKUID | Hilir | 2.200 | 1,3 | 2,4x | 6,0x | 0,6x | 10,6 | 3 | 6,8 | +14.2% | +19.6% | +2.3% | 0,1 | 85 | NETRALHINDARI |
| TAPG | Produsen | 2.020 | 40,1 | 7,6x | 9,9x | 3,5x | 35,4 | 44 | 10,0 | +6.3% | +20.4% | +35.3% | 38,4 | 78 | LAYAKCICIL |
| STAA | Produsen | 1.240 | 13,5 | 5,2x | 8,5x | 2,1x | 23,6 | 23 | 6,1 | +49.2% | -3.6% | +22.8% | 6,1 | 74 | NETRALTAHAN |
| SSMS | Produsen | 1.055 | 10,1 | 6,4x | 7,3x | 4,1x | 56,6 | 17 | 8,0 | +35.3% | +30.8% | +24.1% | 11,7 | 70 | LAYAKCICIL |
| DSNG | Produsen | 1.450 | 15,4 | 6,0x | 8,0x | 1,3x | 16,1 | 24 | 3,2 | +3.4% | +9.4% | +22.4% | 8,0 | 63 | NETRALTAHAN |
| SIMP | Terintegrasi | 555 | 8,6 | 1,9x | 3,9x | 0,4x | 10,5 | 22 | 4,7 | +2.5% | +15.7% | +2.8% | 7,0 | 63 | NETRALTAHAN |
| BWPT | Produsen | 100 | 3,1 | 6,2x | 7,8x | 1,0x | 13,4 | 20 | 0,0 | +17.2% | +22.9% | +35.1% | 34,7 | 56 | NETRALKURANGI |
| PSGOTIDAK LIKUID | Produsen | 191 | 3,6 | 5,6x | 9,0x | 1,3x | 14,4 | 23 | 3,1 | -6.3% | -20.1% | -4.0% | 0,0 | 52 | NETRALHINDARI |
| SGROTIDAK LIKUID | Produsen | 4.250 | 7,7 | 7,9x | 29,7x | 1,5x | 5,1 | 15 | 4,5 | +3.1% | +32.1% | +46.5% | 0,3 | 48 | NETRALHINDARI |
| FAPATIDAK LIKUID | Produsen | 7.375 | 25,7 | 13,8x | 19,7x | 6,2x | 31,4 | 26 | 1,0 | +25.6% | +52.5% | -2.0% | 0,1 | 44 | NETRALHINDARI |
| PNGOTIDAK LIKUID | Produsen | 3.280 | 2,6 | 6,1x | 7,8x | 2,0x | 26,1 | 21 | 2,4* | -7.8% | +5.5% | -4.9% | 0,0 | 39 | NETRALHINDARI |
| MKTRTIDAK LIKUID | Produsen | 117 | 1,4 | 12,7x | 19,0x | 2,1x | 10,9 | 10 | 1,6 | +64.3% | +239.4% | +0.9% | 0,1 | 35 | NETRALHINDARI |
| TBLATIDAK LIKUID | Diversifikasi | 600 | 3,6 | 8,2x | 4,1x | 0,4x | 9,1 | 11 | 10,0 | +10.8% | -3.7% | -4.8% | 1,0 | 30 | NETRALHINDARI |
| CBUTTIDAK LIKUID | Hilir | 910 | 2,8 | 12,8x | 12,2x | 2,2x | 17,8 | 3 | 0,0 | +80.4% | — | +14.5% | 0,4 | 26 | NETRALHINDARI |
| CSRATIDAK LIKUID | Produsen | 685 | 1,4 | 5,5x | 5,4x | 0,8x | 16,2 | 16 | 0,0 | +46.7% | -24.0% | -10.5% | 0,3 | 22 | HINDARIHINDARI |
| MGRO | Hilir | 715 | 2,5 | 80,4x | — | 8,0x | -11,7 | 1 | 0,0 | +9.8% | — | +6.7% | 2,9 | 17 | HINDARIHINDARI |
| NSSS | Produsen | 680 | 16,2 | 18,4x | 24,2x | 7,1x | 29,4 | 45 | 1,2 | +11.0% | +6.5% | -4.9% | 7,5 | 13 | HINDARIHINDARI |
| ANJTTIDAK LIKUID | Produsen | 1.430 | 4,8 | — | — | 1,1x | -17,9 | -3 | 0,0 | +33.4% | +52.5% | -1.7% | 0,1 | 9 | HINDARIHINDARI |
| JAWA | Diversifikasi | 142 | 2,3 | 23,6x | — | 1,7x | -3,8 | 9 | 0,0 | -3.9% | +195.1% | +25.7% | 3,2 | 4 | HINDARIHINDARI |
| UNSP | Produsen | 318 | 5,8 | — | — | — | — | -3 | 0,0 | +11.6% | -211.7% | +54.4% | 2,1 | 0 | HINDARIHINDARI |
EV/EBITDA = metrik valuasi utama sektor perkebunan. Hilir (rafinasi) & diversifikasi maks LAYAK. Framework v2 (laporan3): skor = PERINGKAT PERSENTIL 0–100 terhadap peer (bukan z-score), metrik hilang menurunkan coverage (bukan dinetralkan). Rating = kuartil komposit × cek absolut vs histori emiten sendiri (yield, P/B, posisi harga 5 thn, multiple vs riwayat kita). Aksi (BELI/CICIL/TAHAN/KURANGI/HINDARI) = rating + syarat waktu (fase industri, tren MA50, overbought, pisau jatuh, bandar, event), berubah hanya bila bertahan 3 hari. Fundamental: laporan kuartalan Yahoo Finance, LTM dihitung sendiri (FY + YTD − YTD lalu). Bukan rekomendasi — alat bantu keputusan.
Harga & laporan keuangan emiten: Yahoo Finance · CPO harian: CME via Yahoo (CPO=F) · Histori: IMF PCPS via DBnomics · Harga Referensi, BK, PE: Kepmendag/PMK (seed ber-sumber bulanan) · Konten kualitatif: dikurasi dengan sumber per kartu. (konten terakhir di-update 2026-09-28).
Data analisa: 2026-10-12. Bukan rekomendasi jual/beli — alat bantu keputusan berbasis data. Skor dihitung rules-based tanpa AI.