Skor komposit (0–10) menggabungkan 5 faktor berbasis aturan (bukan AI): tren (harga vs rata-rata 50/200 hari), momentum (konsistensi di 4 horizon), valuasi (murah/mahal vs rata-rata 1 tahunnya sendiri), ukuran & likuiditas (peringkat kapitalisasi, perputaran volume, umur histori), dan stabilitas relatif (volatilitas vs koin besar lain). Kripto tidak punya suku bunga/carry — komponen itu diganti ukuran & likuiditas.
KUAT / NETRAL / LEMAH = kualitas sinyal koin menurut aturan di atas. MURAH / WAJAR / MAHAL = posisi harga vs sejarah 1 tahunnya sendiri. Di kripto keduanya harus dibaca lebih hati-hati daripada valas: koin "murah" sering murah karena trennya rusak, dan koin "mahal" bisa terkoreksi 30–50% tanpa alasan fundamental apa pun.
Toggle IDR/USD: skor dan valuasi selalu dihitung dari harga USD (denominasi asli pasar kripto) — toggle mengubah denominasi harga, Δ, dan semua chart. Selisih antara tampilan IDR dan USD adalah murni efek kurs Rupiah; angka Δ versi IDR diturunkan eksak dari identitas (1+rIDR) = (1+rUSD)(1+rUSDIDR). Kohort siklus halving menyejajarkan siklus-siklus 4-tahunan BTC di hari-0 yang sama (halving / dasar / puncak) — pola masa lalu di sana adalah observasi, bukan jaminan.
Fear & Greed di strip atas adalah indikator sentimen kontrarian: nilai ekstrem rendah (takut) secara historis lebih dekat ke titik akumulasi; ekstrem tinggi (serakah) lebih dekat ke puncak. Dominasi BTC naik = pasar sedang defensif (modal keluar dari altcoin ke BTC); turun = fase risk-on altcoin.
Stablecoin (USDT, USDC, dst.) sengaja dikeluarkan dari peringkat — nilainya menempel USD, jadi "mengoleksinya" identik dengan memegang USD (sudah dicakup halaman Mata Uang), plus risiko penerbit di atasnya. Beberapa token besar tanpa data harga andal (mis. token RWA/bursa tertentu) juga dilewati.
⚠️ Kripto BUKAN pengganti valas untuk proteksi nilai: volatilitasnya puluhan kali lipat USD/IDR, bisa minus 50–80% dalam setahun, dan tidak memberi bunga. Porsinya wajar hanya sebagai bagian kecil dari aset — uang yang siap kamu lihat turun separuh tanpa mengubah rencana hidup. Di Indonesia kripto legal diperdagangkan sebagai aset (diawasi OJK) tetapi bukan alat pembayaran sah, dan transaksi di bursa terdaftar dikenai pajak. Ini alat bantu keputusan, bukan nasihat keuangan.