Komoditas Dunia
Penutupan 11 Okt 2026 · kemarin
Penutupan 11 Okt 2026 · kemarin

Komoditas Dunia

Energi, logam, pertanian, dan pupuk dalam USD dan Rupiah — dibaca seperti investor makro: harga riil vs sejarah panjangnya sendiri, rezim pertumbuhan × inflasi, dan risiko per unit volatilitas. Semua label berasal dari aturan angka tetap (tanpa AI).

Peta komoditas hari ini
Data per 11 Okt 2026 · 28 komoditas · harga ditampilkan dalam Rupiah per satuan Indonesia (pilihan diingat di perangkat ini).
Rezim makro (proksi)
Pertumbuhan NAIK · Inflasi TURUN
Unggul historis: Logam industri
Paling murah vs sejarah riil
Paling mahal vs sejarah riil
Angka × = harga riil dibagi median riil 10 tahunnya (1,0× = normal; di bawah 0,9× murah, di atas 1,1× mahal).
Konteks makro (proksi)
Rezim pertumbuhan × inflasi menentukan grup komoditas mana yang biasanya diuntungkan (logika All Weather).
Boom / reflasienergi, logamindustri, pertanianGoldilockslogam industriStagflasiemas, energiResesi / deflasiemas (relatif)← pertumbuhan turun · naik →← inflasi turun · naik →
Pertumbuhan NAIK · Inflasi TURUN
▲ Logam industri▼ Logam mulia
Pertumbuhan NAIK — tembaga/emas 3B +5,0%, tembaga vs MA 6 bulan +5,0%
Inflasi TURUN — CPI AS 3,4% y/y (3 bulan lalu 4,2%) · inflasi Indonesia 3,2%
Dolar — DXY 3B +1,3% · USD/IDR 3B −1,4%
Proksi: pertumbuhan = rasio tembaga/emas; inflasi = CPI AS. Bukan nowcast.
Cara baca: Komoditas adalah taruhan pada pertumbuhan dan inflasi. Titik oranye = posisi sekarang menurut proksi (bukan model resmi); grup berpanah hijau secara historis unggul di kuadran ini. Dolar menguat (DXY naik) biasanya jadi angin sakal harga komoditas dalam USD.
Cohort komoditas
Bandingkan komoditas dari titik awal yang sama, dari puncak sepanjang masa, atau dari dasar sepanjang masa — pilih sendiri komoditas dan rentangnya (1 bulan sampai Max), bisa layar penuh.
Pilih cepat
Klik nama untuk memilih: klik pertama = hanya komoditas itu, klik berikutnya menambah/menghapus. Pilih 2–3 untuk membandingkan langsung.
Memuat riwayat…
1B–1T = titik harian (komoditas bulanan-saja = garis tangga putus-putus); 3T–Max = titik bulanan (harga akhir bulan; komoditas bulanan-saja dari World Bank). Dalam Rupiah (harga USD × kurs USD/IDR), harga nominal.
Cara baca: Semua komoditas di-set ke 100 di awal periode, jadi garis di atas 100 berarti harganya naik sejak saat itu. Sumbu logaritmik: jarak 100→200 sama dengan 50→100. Arahkan kursor untuk melihat nilai semua garis pada satu tanggal; klik garis/nama untuk menyorot.
Siklus tahunan per komoditas
Pilih satu komoditas: tiap tahun dimulai dari harga 1 Januari (bawaan), atau dari puncak / dasar tahun itu, lalu harga ditarik 1 tahun ke depan — semua tahun ditumpuk untuk melihat pola siklusnya.
Tahun siklus
Tiap tahun = satu garis. Warna: biru = lama → oranye-merah = baru. 0 dari 0 tahun ditampilkan.
Memuat riwayat Emas…
* = belum genap 1 tahun sejak awal tahun (data baru sampai —).Komoditas ini hanya punya data rata-rata bulanan (World Bank), jadi tanggal awal tahun = bulannya. Dalam Rupiah (harga USD × kurs; sebelum Jun 2001 tidak ada), harga nominal. Tahun dengan data <6 bulan dilewati.
Cara baca: Untuk Emas, titik nol tiap tahun adalah harga di awal tahun (hari bursa pertama sekitar 1 Januari) — x = 0, y = 0%. Garis lalu berjalan sepanjang tahun itu (±365 hari). Semua tahun ditumpuk di sumbu yang sama, jadi terlihat pola musiman/siklus tahunan: pada bulan ke berapa harga biasanya naik atau turun dibanding awal tahun, dan tahun mana yang menyimpang. Kolom Tertinggi/Terendah tahun ini menunjukkan seberapa jauh harga menyimpang dari awal tahun dan kapan. Baris Median = gambaran "siklus tipikal" dari tahun-tahun yang dipilih; bukan prediksi.
Tabel lintas komoditas
Harga, return, posisi vs sejarah (nominal & riil), tren, fase, dan risiko — satu baris per komoditas.
Urutan: grup lalu return 1T
KomoditasHarga1H1B3B1T5TPctl 10TRiil vs medianLevelArahFaseVol 1TRet/VolUntuk ID
Energi
Minyak Brent
BRENT
Rp1.885.877
/barel
+0,7%+0,8%+38,8%+68,2%+26,1%961,25×MAHAL▲ NAIKEKSPANSI55%1,24IMPOR
Minyak WTI
WTI
Rp1.652.198
/barel
+0,6%−7,6%+29,4%+56,9%+14,8%931,18×MAHAL▲ NAIKEKSPANSI55%1,03IMPOR
Batubara Newcastle
COAL
Rp2.661.331
/ton
−0,5%+1,3%+7,9%+40,6%−19,5%791,12×MAHAL▲ NAIKEKSPANSI24%1,69EKSPOR
LNG Jepang
LNG · bulanan
Rp252.376
/MMBtu
—−6,7%+20,9%+24,2%+24,6%821,08×WAJAR▲ NAIKEKSPANSI30%0,80EKSPOR
Gas alam Henry Hub
NATGAS
Rp56.980
/MMBtu
−1,0%+12,6%+8,4%+2,6%−40,4%670,92×WAJAR▲ NAIKPEMULIHAN91%0,03EKSPOR
Logam mulia
Perak
SILVER
Rp35.159
/gram
+0,8%−5,3%+2,3%+30,3%+170,2%932,39×MAHAL▬ DATARKONTRAKSI66%0,46NETRAL
Platina
PLATINUM
Rp975.129
/gram
+1,0%−5,4%+4,8%+6,0%+68,8%931,45×MAHAL▬ DATARNORMAL55%0,11NETRAL
Emas
GOLD
Rp2.421.096
/gram
−0,1%−4,5%+2,4%+5,3%+139,9%931,96×MAHAL▼ TURUNPELEMAHAN29%0,19NETRAL
Paladium
PALLADIUM
Rp663.920
/gram
+1,3%−11,9%−8,8%−20,2%−45,6%390,77×WAJAR▼ TURUNKONTRAKSI56%-0,36NETRAL
Logam industri
Timah
TIN · bulanan
Rp951.273
/kg
—−3,0%+1,3%+55,8%+54,0%991,89×MAHAL▲ NAIKEKSPANSI19%2,88EKSPOR
Tembaga
COPPER
Rp264.110
/kg
+0,9%+3,6%+7,5%+38,2%+53,2%1001,60×MAHAL▬ DATAREKSPANSI27%1,40EKSPOR
Seng
ZINC · bulanan
Rp71.214
/kg
—+3,8%+13,6%+37,1%+32,4%991,18×MAHAL▲ NAIKEKSPANSI16%2,31NETRAL
Aluminium
ALUMINUM
Rp57.173
/kg
+0,6%−5,5%−6,2%+22,8%+2,8%921,21×MAHAL▬ DATARNORMAL27%0,83IMPOR
Nikel LME
NICKEL
Rp279.369
/kg
+1,0%−6,8%−10,8%+3,9%−19,0%480,88×WAJAR▼ TURUNPELEMAHAN19%0,20EKSPOR
Bijih besi 62%
IRONORE
Rp1.614.784
/ton
−0,3%−8,8%−8,1%−13,5%−26,2%290,79×MURAH▬ DATARKONTRAKSI12%-1,16NETRAL
Pertanian
Beras Thai 5%
RICE
Rp9.159
/kg
+0,5%+8,7%+26,9%+55,6%+23,3%800,95×WAJAR▲ NAIKEKSPANSI24%2,28IMPOR
Karet TSR20
RUBBER · bulanan
Rp42.683
/kg
—+7,6%+7,1%+38,5%+47,9%1001,28×MAHAL▲ NAIKEKSPANSI16%2,41EKSPOR
Minyak kedelai
SOYOIL
Rp26.704
/kg
+0,6%−2,8%−4,0%+35,0%+10,9%881,28×MAHAL▬ DATARNORMAL25%1,42NETRAL
Gandum
WHEAT
Rp4.390
/kg
−1,8%−5,7%+6,2%+32,5%−8,6%780,86×WAJAR▬ DATAREKSPANSI28%1,15IMPOR
Kapas
COTTON
Rp31.619
/kg
+5,7%−3,8%+0,8%+29,8%−27,2%630,76×WAJAR▼ TURUNEKSPANSI-MELEMAH24%1,23IMPOR
Kedelai
SOYBEAN
Rp8.454
/kg
+0,4%−0,3%+8,0%+26,4%+3,9%730,91×WAJAR▲ NAIKEKSPANSI18%1,51IMPOR
Gula mentah
SUGAR
Rp7.950
/kg
+0,5%+10,1%+36,1%+24,5%−0,2%821,03×WAJAR▲ NAIKEKSPANSI28%0,87IMPOR
Jagung
CORN
Rp3.363
/kg
−4,1%−5,5%+9,5%+14,7%−9,6%700,87×WAJAR▲ NAIKPEMULIHAN21%0,69IMPOR
Minyak sawit
CPO
Rp20.229
/kg
−1,0%−8,3%+1,8%+4,9%−2,2%891,11×MAHAL▬ DATARNORMAL16%0,30EKSPOR
Kakao
COCOA
Rp100.986
/kg
+0,1%−4,3%−4,2%−4,6%+106,2%801,83×MAHAL▼ TURUNEKSPANSI-MELEMAH59%-0,08EKSPOR
Kopi robusta
ROBUSTA · bulanan
Rp65.352
/kg
—−7,3%−1,1%−20,8%+59,7%791,31×MAHAL▬ DATARNORMAL28%-0,74EKSPOR
Kopi arabika
COFFEE
Rp111.946
/kg
−1,4%−10,7%−16,9%−24,4%+41,6%831,25×MAHAL▼ TURUNKONTRAKSI41%-0,59EKSPOR
Pupuk
Urea (pupuk)
UREA · bulanan
Rp7.217
/kg
—+4,5%−10,1%−11,6%−2,7%741,12×MAHAL▼ TURUNKONTRAKSI50%-0,23EKSPOR
Return dalam USD (satuan asli pasar komoditas). Harga dalam Rupiah per satuan Indonesia (mis. emas Rp/gram, sawit Rp/kg). Klik baris untuk detail; klik judul kolom untuk mengurutkan.
Cara baca: Cari kombinasi: Level MURAH + Arah NAIK = murah terhadap sejarahnya dan mulai berbalik naik; MAHAL + TURUN = mahal dan mulai melemah. Kolom Ret/Vol membandingkan komoditas secara adil: return per unit risiko, bukan per dolar.
Heatmap return
Siapa yang sudah lari jauh dan siapa yang tertinggal, di tujuh horizon sekaligus.
Komoditas1B3B6B1T3T5T10T
Energi
Minyak Brent+0,8+38,8+10,8+68,2+22,7+26,1+101
Minyak WTI-7,6+29,4-4,3+56,9+11,5+14,8+82,0
Batubara Newcastle+1,3+7,9+7,8+40,6-8,0-19,5+106
LNG Jepang-6,7+20,9+24,8+24,2+16,7+24,6+89,0
Gas alam Henry Hub+12,6+8,4+20,4+2,6-4,7-40,4-1,5
Logam mulia
Perak-5,3+2,3-19,9+30,3+181+170+250
Platina-5,4+4,8-17,2+6,0+95,7+68,8+79,4
Emas-4,5+2,4-12,0+5,3+124+140+236
Paladium-11,9-8,8-24,4-20,2+1,4-45,6+78,5
Logam industri
Timah-3,0+1,3+13,5+55,8+110+54,0+175
Tembaga+3,6+7,5+14,1+38,2+86,4+53,2+208
Seng+3,8+13,6+26,4+37,1+61,1+32,4+75,4
Aluminium-5,5-6,2-6,8+22,8+46,3+2,8+83,6
Nikel LME-6,8-10,8-8,1+3,9-20,1-19,0+53,9
Bijih besi 62%-8,8-8,1-15,0-13,5-22,8-26,2+65,0
Pertanian
Beras Thai 5%+8,7+26,9+56,9+55,6+6,7+23,3+67,8
Karet TSR20+7,6+7,1+23,6+38,5+69,7+47,9+77,2
Minyak kedelai-2,8-4,0+1,4+35,0+26,0+10,9+105
Gandum-5,7+6,2+17,5+32,5+20,1-8,6+70,0
Kapas-3,8+0,8+10,0+29,8-5,8-27,2+19,9
Kedelai-0,3+8,0+9,9+26,4+1,6+3,9+35,0
Gula mentah+10,1+36,1+47,3+24,5-25,1-0,2-13,5
Jagung-5,5+9,5+8,8+14,7-1,2-9,6+41,2
Minyak sawit-8,3+1,8-1,8+4,9+48,8-2,2+84,0
Kakao-4,3-4,2+74,7-4,6+63,2+106+104
Kopi robusta-7,3-1,1-5,4-20,8+35,2+59,7+72,4
Kopi arabika-10,7-16,9-5,0-24,4+93,3+41,6+92,7
Pupuk
Urea (pupuk)+4,5-10,1-43,8-11,6+7,2-2,7+118
Return % dalam USD. Warna dinormalisasi per kolom (1B ±10%, 1T ±40%, 10T ±150% = warna penuh).
Cara baca: Baca per kolom: sel hijau pekat = sudah lari jauh di horizon itu, merah pekat = tertinggal. Komoditas yang merah di 1T–5T tapi mulai hijau di 1B–3B sering sedang berbalik arah; hijau pekat di semua kolom = tren kuat sekaligus risiko sudah mahal.
Rasio penting
Harga relatif antar komoditas — lebih jujur daripada harga tunggal karena efek dolar saling meniadakan.
Emas/Perak
68,9×
ons perak untuk membeli 1 ons emas
Persentil 10T: 11Median: 80,5×
Rasio rendah (< persentil 20) → perak mahal relatif emas.
Tembaga/Emas
3,51
USD/ton tembaga per USD/ons emas — proksi pertumbuhan global
Persentil 10T: 25Median: 4,34
Naik 5,0% dalam 3 bulan → proksi pertumbuhan global menguat.
Emas/Minyak Brent
39,9 barel
barel Brent untuk membeli 1 ons emas
Persentil 10T: 78Median: 24,8 barel
Persentil 78 — dalam rentang normal 10 tahun.
Brent − WTI
USD 13,1
selisih Brent − WTI per barel
Persentil 10T: 100Median: USD 4,1
Selisih > 6 USD → tekanan pasokan di luar AS.
Minyak kedelai − CPO
USD 364/ton
selisih minyak kedelai − CPO; lebar = CPO diskon
Persentil 10T: 81Median: USD 126/ton
Selisih > 150 USD/ton → CPO diskon lebar; permintaan substitusi ke CPO (positif sawit).
Emas Rp/gram
Rp2.421.096
harga emas spot per gram dalam Rupiah
Persentil 10T: 94Median: Rp847.556
Emas Rp 2.421.096/gram, persentil 88 dalam 5 tahun; rekor Rp 2.868.112 (2026-03-02).
Cara baca: Rasio membandingkan dua harga sehingga faktor dolar & inflasi saling meniadakan. Persentil tinggi (merah) = rasio di atas kebiasaan 10 tahunnya, rendah (hijau) = di bawah kebiasaan — rasio ekstrem cenderung kembali ke median, tapi bisa bertahan lama.
Ringkasan per grup
Performa & posisi tiap keluarga komoditas, termasuk indeks World Bank riil sejak 1990.
Grupn1B3B1TDi atas MA200Pctl 10T rata²Indeks WB riil (sejak 1990)
Energi5+0,1%+21,1%+38,5%100%83P81 mahal · 1T +70%
Logam mulia4−6,8%+0,2%+5,3%0%80P98 mahal · 1T +23%
Logam industri6−2,8%−0,5%+24,0%50%78P87 mahal · 1T +30%
Pertanian12−1,9%+5,9%+17,7%83%80P42 wajar · 1T +7%
Pupuk1+4,5%−10,1%−11,6%0%74P71 mahal · 1T +14%
Cara baca: Satu baris = satu keluarga komoditas. Kolom terakhir memakai indeks World Bank yang disesuaikan inflasi: P90 berarti grup ini lebih mahal dari 90% bulan sejak 1990 (murah/mahal dalam sejarah panjang, bukan hanya beberapa tahun terakhir). "Di atas MA200" tinggi = tren grup sehat.
Korelasi antar komoditas
Seberapa kompak komoditas bergerak bersama (return bulanan 3 tahun).
Arahkan kursor / ketuk sel untuk melihat nilai.
BRENTBRENTWTIWTINATGASNATGASLNGLNGCOALCOALGOLDGOLDSILVERSILVERPLATINUMPLATINUMPALLADIUMPALLADIUMCOPPERCOPPERALUMINUMALUMINUMNICKELNICKELZINCZINCTINTINIRONOREIRONORECPOCPOSOYOILSOYOILSOYBEANSOYBEANCORNCORNWHEATWHEATRICERICESUGARSUGARCOFFEECOFFEEROBUSTAROBUSTACOCOACOCOACOTTONCOTTONRUBBERRUBBERUREAUREA
searah (+1)tidak berhubungan (0)berlawanan (−1)· return bulanan 3 tahun; garis tebal memisahkan grup (Energi, Logam mulia, Logam industri, Pertanian, Pupuk)
Cara baca: Korelasi tinggi (biru pekat) = dua komoditas biasanya naik-turun bersama, jadi memegang keduanya tidak menambah diversifikasi. Pasangan mendekati nol atau oranye saling menyeimbangkan saat salah satunya jatuh.
Pergerakan & perubahan
Yang paling bergerak sebulan terakhir, pergantian fase, dan rekor 52 minggu.
Perubahan fase 30 hari
EmasNORMAL→PELEMAHAN11 Okt 2026
PlatinaKONTRAKSI→NORMAL11 Okt 2026
PlatinaNORMAL→KONTRAKSI10 Okt 2026
PlatinaKONTRAKSI→NORMAL9 Okt 2026
JagungEKSPANSI→PEMULIHAN9 Okt 2026
KakaoEKSPANSI→EKSPANSI-MELEMAH9 Okt 2026
PerakNORMAL→KONTRAKSI7 Okt 2026
PlatinaNORMAL→KONTRAKSI7 Okt 2026
Minyak sawitPEMULIHAN→NORMAL7 Okt 2026
Minyak kedelaiEKSPANSI→NORMAL7 Okt 2026
Kopi arabikaPELEMAHAN→KONTRAKSI7 Okt 2026
PerakKONTRAKSI→NORMAL6 Okt 2026
Minyak kedelaiNORMAL→EKSPANSI6 Okt 2026
Kopi arabikaKONTRAKSI→PELEMAHAN6 Okt 2026
KapasPELEMAHAN→EKSPANSI-MELEMAH5 Okt 2026
PlatinaKONTRAKSI→NORMAL4 Okt 2026
TembagaNORMAL→EKSPANSI4 Okt 2026
PlatinaNORMAL→KONTRAKSI3 Okt 2026
TembagaEKSPANSI→NORMAL3 Okt 2026
Bijih besi 62%NORMAL→KONTRAKSI3 Okt 2026
Gas alam Henry HubPEMULIHAN-DINI→PEMULIHAN2 Okt 2026
PlatinaPEMULIHAN→NORMAL2 Okt 2026
Gas alam Henry HubPEMULIHAN→PEMULIHAN-DINI1 Okt 2026
PerakPEMULIHAN-DINI→KONTRAKSI1 Okt 2026
Nikel LMENORMAL→PELEMAHAN1 Okt 2026
KakaoNORMAL→EKSPANSI1 Okt 2026
KapasEKSPANSI→PELEMAHAN1 Okt 2026
PerakPEMULIHAN→PEMULIHAN-DINI30 Sep 2026
PerakPEMULIHAN-DINI→PEMULIHAN29 Sep 2026
KakaoEKSPANSI→NORMAL29 Sep 2026
Rekor 52 minggu
Tertinggi baru:
Terendah baru:
Cara baca: Pergerakan besar 1 bulan dan perubahan fase adalah titik awal untuk dibuka detailnya, bukan sinyal beli/jual. Rekor 52 minggu menunjukkan komoditas yang sedang menembus batas atas/bawah setahunnya.
Sumber & metodologi

Sumber: harga harian kontrak berjangka terdekat dari Yahoo Finance; histori bulanan sejak 1960 dari World Bank Pink Sheet; deflator harga riil dari FRED CPIAUCSL (CPI AS); batubara Newcastle & nikel LME harian dari TradingEconomics. Kurs Rupiah: USDIDR=X. Sumber per komoditas tercantum di halaman detailnya.

  1. Harga riil = harga bulanan × CPI AS terakhir ÷ CPI bulan itu (USD hari ini).
  2. Level: MURAH bila persentil 10 tahun < 30 dan harga riil < 0,9× median riil 10 tahun; MAHAL bila > 70 dan > 1,1×; selain itu WAJAR.
  3. Arah: MA20 vs MA60 harian (±2%); komoditas bulanan-saja memakai MA3 vs MA9 bulanan.
  4. Fase: harga vs rata-rata 12 bulan (±10% = TINGGI/RENDAH) dikombinasikan dengan arah — tabel fase sama dengan modul Industri.
  5. Risiko: volatilitas tahunan dari return harian 1 tahun (bulanan 3 tahun untuk komoditas bulanan); gerak 1 bulan wajar = vol ÷ √12.
  6. Rezim: pertumbuhan = rasio tembaga/emas 3 bulan & tembaga vs MA 6 bulan; inflasi = arah CPI AS y/y dalam 3 bulan — proksi, bukan nowcast.
Bukan nasihat investasi. Dashboard ini mengarahkan perhatian ke data yang relevan; keputusan jual/beli sepenuhnya di tangan Anda. Harga berjangka dapat berbeda dari harga fisik lokal (mis. emas Antam, TBS sawit).

Pertanyaan umum

Ringkasan aturan di halaman ini. Rincian lengkap di Metodologi, istilah di Glosarium.

Kapan komoditas disebut MURAH atau MAHAL?

Dua syarat harus sepakat: persentil harga 10 tahun dan rasio harga riil (sudah dikoreksi inflasi AS) terhadap median riil 10 tahunnya. Di bawah 0,9× median riil disebut murah, di atas 1,1× mahal. Satu syarat saja tidak cukup.

Apa maksud rezim pertumbuhan × inflasi?

Proksi kondisi makro ala All Weather: rasio tembaga/emas untuk arah pertumbuhan dan CPI AS untuk arah inflasi. Tiap kuadran secara historis menguntungkan grup komoditas berbeda. Ini proksi, bukan nowcast ekonomi resmi.

Harga dalam Rupiah dihitung bagaimana?

Harga USD dikalikan kurs USD/IDR dan dikonversi ke satuan yang lazim di Indonesia (misalnya gram untuk emas, kilogram untuk CPO). Pelemahan Rupiah ikut terhitung, jadi harga dalam Rupiah bisa naik meski harga dunia turun.