Perbankan
PENGETATAN (JEDA)Analisa per 12 Okt 2026 · kemarinBI Rate 5.75% (2026-09-23); +100 bp vs 6 bulan lalu (4.75%). 3 keputusan RDG terakhir: ditahan. Bunga masih tinggi tapi kenaikan berhenti — tekanan NIM mereda; katalis = pemangkasan pertama.
Fase = level (TINGGI) × arah (DATAR). Siklus tidak menghalangi pembelian.
Fundamental Komoditas & Industri dikurasi 27 Sep 2026 · 15 hari lalu
Konten dikurasi manual dengan sumber per kartu. Fakta struktural (regulasi, struktur industri) berlaku lama; fakta dinamis (harga, data bulanan) bertanggal — cek tanggalnya di tiap kalimat.
- Perbankan IDX dikelompokkan berdasarkan modal inti (KBMI 1–4, POJK 12/2021); KBMI 4 (modal inti >Rp70 T): BBCA, BBRI, BMRI, BBNI — mendominasi aset & laba industri.
- Kredit industri per Juli 2026: Rp9.135 triliun (+13,58% y/y, naik dari 12,67% pada Juni); DPK Rp10.336 triliun (+11,21% y/y) — OJK, RDKB 7 Sep 2026.
- Laba semester I 2026 bank besar: BBRI Rp31,2 T (+17,5%, kredit +16,2%), BMRI Rp30,4 T (+24%, kredit +19,9%), BBCA Rp29,5 T konsolidasi (+1,7%, kredit +8%), BBNI ±Rp10,8 T (+6,3–6,6%, kredit +24,4% — paling agresif).
- NIM industri 4,32% (Jul 2026), turun dari 4,57% setahun sebelumnya — OJK: biaya dana tinggi dan persaingan DPK ketat; NIM tertinggi tetap di segmen mikro (BBRI).
- Kredit +13,58% vs DPK +11,21% (Jul 2026) — kini kredit tumbuh lebih cepat dari dana (berbalik dari Mei 2026: kredit 11,51% vs DPK 13,49%); persaingan menghimpun dana makin ketat.
- Likuiditas masih memadai tetapi mengetat: AL/NCD 102,45% (ambang 50%), AL/DPK 23,1% (ambang 10%), LCR 187,5% per Juli 2026 — AL/NCD dan AL/DPK turun dari 108,20% dan 24,74% pada Mei.
- Komposisi DPK Juli 2026: deposito +13,13%, giro +11,81%, tabungan +8,37% — deposito (dana mahal) kini tumbuh tercepat, berbalik dari Mei saat giro memimpin.
- Motor kredit Juli 2026: kredit investasi +25,13% dan korporasi +22,10% y/y, bank BUMN +16,95%; kredit UMKM hanya +1,62%.
- Data BI: kredit Agustus 2026 +13,65% y/y (investasi +25,11%, modal kerja +11,45%, konsumsi +5,07%) — jauh di atas harapan awal OJK (>10%) untuk 2026.
- Siklus pelonggaran 2025: BI Rate turun 6,00% (akhir 2024) → 5,75 (Jan) → 5,50 (Mei) → 5,25 (Jul) → 5,00 (Agu) → 4,75% (Sep 2025), lalu ditahan hingga awal 2026.
- BERBALIK KETAT 2026: +50bp (20 Mei) → 5,25%, +25bp (9 Jun) → 5,50%, +25bp (17–18 Jun) → 5,75% — total +100bp dalam sebulan demi stabilisasi rupiah di tengah konflik Iran.
- RDG 22–23 Sep 2026 (RDG perdana Gubernur Destry Damayanti): BI Rate ditahan 5,75% untuk ketiga kalinya berturut-turut (Jul, Agu, Sep); Deposit Facility 4,75%, Lending Facility 6,50% — fokus stabilisasi rupiah; level tertinggi sejak April 2025.
- Bagi bank: rate naik = yield aset naik, tapi biaya dana (deposito, kompetisi SRBI/SBN) ikut naik lebih cepat — NIM industri justru tertekan (4,32% per Juli 2026 vs 4,57% setahun sebelumnya).
- The Fed justru kembali mengetat: FFR naik 25bp ke 3,75–4,00% pada 16 Sep 2026 (bulat 12–0, kenaikan pertama sejak 2023) — selisih BI Rate dengan batas atas FFR menyempit ke ±175bp.
- Kebijakan BI 2026 dimotivasi pembelaan rupiah — rupiah Rp17.855/US$ pada 22 Sep 2026 (melemah 0,78% dari akhir Agustus); BI memperkuat insentif untuk menarik aliran masuk modal asing walau ekonomi butuh kredit murah.
- Imbal hasil SRBI dan SBN yang tinggi menarik dana keluar dari deposito bank — bank harus menaikkan bunga dana atau kehilangan DPK: kompetisi dana non-bank kini struktural.
- Bank digital menghadapi biaya dana tertinggi (mengandalkan deposito bunga tinggi untuk menarik nasabah).
- NPL gross industri 2,10% dan NPL net 0,81% (Jul 2026); Loan at Risk 8,39%; CAR 23,84% — kualitas aset dan permodalan masih terjaga (OJK).
- Strategi pencadangan (CKPN) bank KBMI 4 mulai divergen di 2026 — masing-masing menyesuaikan kualitas aset; coverage ratio jadi pembeda kualitas antarbank.
- Klasifikasi KBMI (POJK 12/2021) berdasarkan modal inti: KBMI 4 >Rp70 T; KBMI 3 Rp14–70 T; KBMI 2 Rp6–14 T; KBMI 1 <Rp6 T.
- Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) BI mencapai Rp461,2 T hingga awal Sep 2026 (Rp338,2 T untuk pembiayaan, Rp123 T untuk pendalaman pasar uang; Agustus Rp446,5 T); sejak 1 Sep 2026 disalurkan dengan skema selektif sesuai kondisi likuiditas dan komposisi portofolio tiap bank.
- Spektrum model bisnis: bank universal KBMI 4 (funding murah CASA, fee income), bank mikro (BBRI/BTPS — NIM tinggi, risiko kredit tinggi), BPD (BJBR/BJTM — captive ASN), syariah (BRIS terbesar), digital (ARTO/BANK/BBYB — akuisisi via ekosistem).
- Bank digital mayoritas masih berjuang di profitabilitas: biaya dana tinggi, persaingan ketat; RHB Sekuritas selektif terhadap segmen ini.
- ARTO (Bank Jago) dinilai paling sehat di antara bank digital: pertumbuhan kuat, kualitas aset terjaga, laba naik signifikan — tapi valuasinya premium (P/E ±34x vs KBMI 4 ±6–13x, data harga GoDeye 28 Sep 2026).
- NIM sangat bervariasi antar model: bank mikro (BBRI) jauh di atas rata-rata industri 4,32% (Jul 2026), bank korporasi di sekitar ±4%.
- Konflik Timur Tengah sejak Feb 2026 (perang Iran) kembali memanas: harga minyak sempat memuncak US$132/barel sebelum turun di bawah US$100/barel pada 22 Sep 2026; BI menilai prospek ekonomi global masih lemah dan ketidakpastian pasar keuangan tinggi.
- The Fed menaikkan FFR ke 3,75–4,00% (16 Sep 2026) sementara BI menahan 5,75% — kedua bank sentral kini sama-sama di mode ketat; tekanan ke rupiah datang dari luar, bukan inflasi domestik.
- Inflasi Agustus 2026 3,19% y/y (Juli 2,88%) — masih dalam sasaran BI 2,5±1% untuk 2026–2027; BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 4,9–5,7%. Jika rupiah stabil, ruang penurunan rate terbuka kembali (katalis positif bank).
- NPL masih rendah (2,10%, Jul 2026) tetapi Loan at Risk 8,39% — biaya kredit (CoC) akan menggerus laba bila ekonomi melambat.
- NIM tertekan dua arah: biaya dana naik (rate + kompetisi SRBI) sementara repricing kredit lebih lambat.
- Pengetatan berkepanjangan: BI menahan 5,75% sementara Fed kembali menaikkan bunga — ruang penurunan BI Rate (katalis NIM) belum terbuka.
- Bank digital: valuasi premium dengan profitabilitas belum terbukti penuh — rawan de-rating.
- Risiko likuiditas mulai terlihat: kredit (+13,58%) kini tumbuh lebih cepat dari DPK (+11,21%) dan AL/NCD turun dari 108,20% (Mei) ke 102,45% (Jul 2026).
- Catatan data: NIM/NPL/CAR/CASA per emiten TIDAK tersedia di Yahoo Finance — scoring memakai proxy ROA/ROE/NPM; detail per bank harus dicek ke laporan keuangan masing-masing.
- Kredit produktif di Kalimantan Tengah mencapai puluhan triliun rupiah, menandakan pertumbuhan signifikan sektor perbankan ANTARA News Kalteng ↗
- Bank besar diproyeksikan pertumbuhan laba kuartal III 2026, dengan BBRI, BBCA, dan Bank Mandiri menjadi pilihan analis kontan.co.id ↗Demokratis.co.id ↗Traders Union ↗
- Dividen besar 2026 dari BRI, Bank Mandiri, BBRI, BMRI, dan BBCA, dengan total pembagian mencapai puluhan triliun rupiah Hallo Indonesia ↗Ceritojambi.com ↗Bisnis.com - Market ↗
- OJK memastikan stabilitas sektor jasa keuangan dan memberikan relaksasi kredit hingga 10 miliar, serta kredit perbankan tembus Rp9.178 triliun Memanggil.co ↗RM.ID ↗
- Saham bank besar mengalami koreksi dan peluang rebound, dengan BBRI menjadi penyangga IHSG serta rekomendasi saham terkait Ajaib ↗CNBC Indonesia ↗TradingView ↗
| Emiten | NIM (%) | NPL (%) | LaR (%) | CoC (%) | CAR (%) | CASA (%) | LDR (%) | Kredit y/y (%) | Periode · sumber |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| BBCA | 5,3 | 1,90 | 4,9 | — | — | 84,3 | — | 8,0 | 2026-06-30 (H1-2026)[1][2][3] |
| BBRI | — | 2,90 | 9,1 | 3,1 | — | 67,6 | 90,8 | 16,2 | 2026-06-30 (H1-2026)[1][2][3] |
| BMRI | 4,4 | 0,98 | 5,9 | 0,5 | — | — | — | 19,9 | 2026-06-30 (H1-2026)[1] |
| BBNI | — | 1,90 | 8,1 | — | — | 65,4 | — | 24,4 | 2026-06-30 (H1-2026)[1] |
| BRIS | — | 1,80 | — | — | — | — | — | — | 2026-06-30 (H1-2026)[1] |
| BBTN | — | 2,99 | 18,6 | — | — | — | — | 11,2 | 2026-06-30 (H1-2026)[1][2] |
| BNGA | — | 1,83 | — | — | 23,5 | 71,7 | 90,4 | 6,6 | 2026-06-30 (H1-2026)[1] |
| NISP | — | 1,90 | 4,8 | — | 23,1 | 60,5 | — | 11,0 | 2026-06-30 (H1-2026)[1] |
Cohort Tahunan — Pola Siklus 2021–2026
Setiap garis = satu tahun kalender, di-indeks 100 di awal tahun. Kalau garis-garis bergerak searah dengan pola berulang → siklikal/musiman; kalau arah tiap tahun berbeda mengikuti harga komoditas → cyclical murni; kalau naik terus konsisten → struktural. Bandingkan chart saham dengan chart komoditas di bawahnya.
Keputusan per Emiten — Bank
Rating = peringkat persentil vs peer × murah-tidaknya vs sejarah emiten sendiri; aksi = rating + syarat waktu. Bobot Valuasi 35% · Kualitas 25% · Growth 15% · Momentum 15% · Risiko 10%. Aksi berubah hanya bila sinyalnya bertahan 3 hari.
- Tren pulih bila harga menutup di atas MA50 4,160 (+3.7%)
- Tren pulih bila harga menutup di atas MA50 518 (+1.6%)
- Cek P/B lolos pada harga ≤ 486 (-4.7%)
- Tren pulih bila harga menutup di atas MA50 3,191 (+2.6%)
- Tren pulih bila harga menutup di atas MA50 1,698 (+0.5%)
- Cek yield lolos pada harga ≤ 1,617 (-4.3%) — yield berulang = median 5 thn
- Cek P/B lolos pada harga ≤ 1,518 (-10.2%)
- Tren pulih bila harga menutup di atas MA50 989 (+1.4%)
- Tren pulih bila harga menutup di atas MA50 781 (+4.8%)
- Tren pulih bila harga menutup di atas MA50 3,637 (+7.6%)
- Tren pulih bila harga menutup di atas MA50 1,257 (+1.8%)
- Cek yield lolos pada harga ≤ 714 (-42.2%) — yield berulang = median 5 thn
- Cek P/B lolos pada harga ≤ 1,238 (+0.2%)
- Tren pulih bila harga menutup di atas MA50 6,328 (+6.4%)
- Masuk lebih aman dekat MA50 4,428 (-10.6%) atau setelah RSI < 70
- Cek yield lolos pada harga ≤ 2,899 (-41.4%) — yield berulang = median 5 thn
- Cek P/B lolos pada harga ≤ 2,501 (-49.5%)
| Emiten | Kategori | Harga | MCap (T) | P/B | P/B wajar | P/E | ROE% | ROA% | NII/Aset% | Div% | LabaG% | 3 Bln | Nilai/hari (M) | Peringkat ↓ | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| BMRI | KBMI 4 | 4.010 | 372,8 | 1,32x | 2,33x | 6,0x | 21,9 | 2,47 | 3,73 | 13,5 | +24.4% | -4.2% | 554,2 | 100 | TOP PICKCICIL |
| BJTM | BPD | 510 | 7,7 | 0,59x | 0,97x | 4,9x | 12,0 | 1,12 | 5,11 | 11,1 | +3.0% | -1.0% | 2,8 | 97 | LAYAKCICIL |
| BBRI | KBMI 4 | 3.110 | 468,6 | 1,46x | 1,93x | 7,6x | 19,0 | 2,75 | 6,44 | 11,1 | +17.7% | +8.4% | 602,0 | 94 | TOP PICKCICIL |
| BNGA | KBMI 2–3 | 1.690 | 42,5 | 0,76x | 0,99x | 6,2x | 12,2 | 1,85 | 3,62 | 9,6 | -0.5% | +6.0% | 4,2 | 92 | LAYAKCICIL |
| BTPS | Syariah | 975 | 7,5 | 0,73x | 0,94x | 6,2x | 11,8 | 5,40 | — | 8,8 | +1.8% | -2.5% | 4,3 | 89 | TOP PICKCICIL |
| BJBR | BPD | 745 | 7,8 | 0,48x | 0,54x | 5,4x | 8,9 | 0,65 | 3,55 | 11,5 | +58.8% | -3.3% | 3,0 | 86 | TOP PICKCICIL |
| BBNI | KBMI 4 | 3.380 | 125,9 | 0,77x | 1,05x | 6,1x | 12,6 | 1,56 | 3,24 | 10,3 | +6.6% | -4.3% | 143,5 | 83 | TOP PICKCICIL |
| NOBUTIDAK LIKUID | KBMI 1 | 494 | 3,7 | 0,83x | 1,13x | 6,3x | 13,2 | 1,48 | 2,99 | 0,0 | +50.4% | +16.5% | 1,8 | 81 | NETRALHINDARI |
| NISP | KBMI 2–3 | 1.235 | 28,3 | 0,64x | 0,94x | 5,4x | 11,8 | 1,67 | 3,12 | 3,6 | +6.4% | +2.5% | 4,9 | 78 | LAYAKCICIL |
| BBCA | KBMI 4 | 5.950 | 730,9 | 2,70x | 2,28x | 12,6x | 21,5 | 3,67 | 5,54 | 6,4 | +1.8% | -4.0% | 793,3 | 75 | TOP PICKCICIL |
| BDMN | KBMI 2–3 | 4.950 | 48,4 | 0,89x | 0,48x | 10,4x | 8,5 | 1,68 | 7,45 | 2,9 | +39.3% | +19.3% | 12,0 | 72 | NETRALTAHAN |
| AMARTIDAK LIKUID | Digital | 228 | 4,1 | 1,19x | 0,41x | 14,9x | 8,0 | 4,51 | 24,09 | 5,1 | +21.7% | +11.6% | 0,2 | 69 | NETRALHINDARI |
| BRIS | Syariah | 1.330 | 61,4 | 1,20x | 1,46x | 7,7x | 15,6 | 1,85 | — | 2,5 | +11.1% | -24.0% | 33,1 | 67 | LAYAKKURANGI |
| BBYB | Digital | 195 | 2,6 | 0,59x | 1,13x | 4,5x | 13,2 | 3,30 | 12,71 | 0,0 | +6.8% | -12.9% | 9,6 | 64 | LAYAKKURANGI |
| PNBN | KBMI 2–3 | 825 | 19,9 | 0,37x | 0,30x | 7,3x | 5,1 | 1,20 | 3,89 | 5,1 | -1.2% | -5.7% | 2,1 | 61 | LAYAKCICIL |
| BBTN | KBMI 2–3 | 1.035 | 14,5 | 0,39x | 0,86x | 3,5x | 11,2 | 0,81 | 2,90 | 0,0 | +40.8% | -14.1% | 18,2 | 58 | LAYAKCICIL |
| BNIITIDAK LIKUID | KBMI 2–3 | 188 | 14,3 | 0,45x | 0,30x | 8,1x | 5,6 | 0,89 | 3,05 | 4,1 | +21.2% | -0.5% | 0,3 | 56 | NETRALHINDARI |
| DNARTIDAK LIKUID | KBMI 1 | 120 | 2,0 | 0,52x | 0,30x | 9,1x | 5,7 | 1,67 | 5,85 | 0,0 | +103.9% | +7.1% | 0,2 | 53 | NETRALHINDARI |
| MEGATIDAK LIKUID | KBMI 2–3 | 1.960 | 46,0 | 2,06x | 1,34x | 14,0x | 14,7 | 2,39 | 3,59 | 4,4 | -6.2% | -2.5% | 0,1 | 50 | NETRALHINDARI |
| MCORTIDAK LIKUID | Digital | 65 | 2,5 | 0,34x | 0,30x | 8,1x | 4,2 | 0,83 | 2,87 | 0,0 | +0.7% | -3.0% | 0,2 | 47 | NETRALHINDARI |
| BGTGTIDAK LIKUID | KBMI 1 | 104 | 2,5 | 0,66x | 0,30x | 10,7x | 6,2 | 2,30 | 3,99 | 0,0 | +5.9% | -5.5% | 0,9 | 44 | NETRALHINDARI |
| BTPNTIDAK LIKUID | KBMI 2–3 | 2.430 | 25,9 | 0,53x | 0,30x | 57,3x | 0,9 | 0,18 | 4,56 | 0,4 | -10.6% | +13.0% | 0,1 | 42 | NETRALHINDARI |
| PNBSTIDAK LIKUID | Syariah | 42 | 1,6 | 0,54x | 0,30x | 21,8x | 2,5 | 0,39 | — | 0,0 | +209.1% | -16.0% | 0,3 | 39 | NETRALHINDARI |
| BBHI | Digital | 770 | 16,6 | 2,27x | 0,40x | 28,6x | 7,9 | 3,91 | 10,47 | 1,7 | +2.9% | -16.3% | 7,5 | 36 | NETRALTAHAN |
| MAYATIDAK LIKUID | KBMI 2–3 | 198 | 5,2 | 0,27x | 0,30x | 76,8x | 0,3 | 0,04 | 1,98 | 0,0 | +158.2% | +4.2% | 0,4 | 33 | NETRALHINDARI |
| BACATIDAK LIKUID | KBMI 1 | 109 | 2,2 | 0,32x | 0,30x | 15,3x | 2,1 | 0,59 | 2,80 | 0,0 | +44.2% | +7.9% | 0,4 | 31 | NETRALHINDARI |
| SUPA | Digital | 476 | 16,1 | 1,95x | 0,30x | 61,6x | 3,2 | 1,25 | 9,18 | 0,0 | — | -20.0% | 8,1 | 28 | NETRALTAHAN |
| BVICTIDAK LIKUID | KBMI 1 | 88 | 1,6 | 0,37x | 0,30x | 23,2x | 1,6 | 0,21 | 1,96 | 0,0 | -49.3% | +8.6% | 0,4 | 25 | HINDARIHINDARI |
| BKSWTIDAK LIKUID | KBMI 1 | 48 | 1,7 | 0,36x | 0,30x | — | -0,6 | -0,22 | 2,34 | 0,0 | +176.5% | -5.9% | 0,2 | 22 | NETRALHINDARI |
| ARTO | Digital | 750 | 10,4 | 1,15x | 0,30x | 30,7x | 3,7 | 0,92 | 7,23 | 0,0 | +48.8% | -37.5% | 17,5 | 19 | HINDARIHINDARI |
| SDRATIDAK LIKUID | BPD | 200 | 2,9 | 0,26x | 0,30x | — | -4,9 | -1,02 | 2,90 | 0,0 | — | -3.9% | 0,2 | 17 | HINDARIHINDARI |
| INPCTIDAK LIKUID | KBMI 1 | 143 | 2,9 | 0,75x | 0,30x | — | -14,0 | -1,86 | 2,73 | 0,0 | -47.7% | +6.7% | 1,9 | 14 | HINDARIHINDARI |
| BABPTIDAK LIKUID | KBMI 1 | 29 | 1,3 | 0,34x | 0,30x | 15,7x | 2,2 | 0,38 | 2,30 | 0,0 | +8.0% | -42.0% | 0,6 | 11 | HINDARIHINDARI |
| BSIMTIDAK LIKUID | KBMI 2–3 | 915 | 18,0 | 2,16x | 0,30x | 66,7x | 3,2 | 0,49 | 2,67 | 0,0 | -10.9% | +32.6% | 0,3 | 8 | HINDARIHINDARI |
| BANKTIDAK LIKUID | Digital | 244 | 3,4 | 1,04x | 0,30x | 32,4x | 3,2 | 0,83 | 0,22 | 0,0 | -53.8% | -12.2% | 1,2 | 6 | HINDARIHINDARI |
| AGROTIDAK LIKUID | Digital | 132 | 1,4 | 1,12x | 0,30x | — | -17,8 | -3,96 | 5,88 | 0,0 | -63.5% | -7.0% | 0,9 | 3 | HINDARIHINDARI |
| BBKP | KBMI 2–3 | 40 | 7,5 | 0,91x | 0,30x | — | -3,4 | -0,32 | 1,39 | 0,0 | -97.0% | -21.6% | 4,0 | 0 | HINDARIHINDARI |
Valuasi bank = P/B dibanding P/B WAJAR untuk ROE-nya (Gordon: (ROE−5%)/(CoE−5%), CoE = yield SBN 10 thn + 5%), P/E, dividen. EV/EBITDA, FCF, DER tidak bermakna utk bank. Kualitas: ROE, ROA, NII/aset (proxy NIM), margin laba. NPL/CAR/CASA per bank menyusul (seed kuartalan). Framework v2 (laporan3): skor = PERINGKAT PERSENTIL 0–100 terhadap peer (bukan z-score), metrik hilang menurunkan coverage (bukan dinetralkan). Rating = kuartil komposit × cek absolut vs histori emiten sendiri (yield, P/B, posisi harga 5 thn, multiple vs riwayat kita). Aksi (BELI/CICIL/TAHAN/KURANGI/HINDARI) = rating + syarat waktu (fase industri, tren MA50, overbought, pisau jatuh, bandar, event), berubah hanya bila bertahan 3 hari. Fundamental: laporan kuartalan Yahoo Finance, LTM dihitung sendiri (FY + YTD − YTD lalu). Bukan rekomendasi — alat bantu keputusan.
Harga & laporan keuangan emiten: Yahoo Finance · BI Rate: RDG BI (seed + scrape bi.go.id) · SBN 10 thn: TradingEconomics · Statistik perbankan: OJK (seed bulanan ber-sumber) · Histori policy rate: IMF IFS via DBnomics · Konten kualitatif: dikurasi dengan sumber per kartu. (konten terakhir di-update 2026-09-28).
Data analisa: 2026-10-12. Bukan rekomendasi jual/beli — alat bantu keputusan berbasis data. Skor dihitung rules-based tanpa AI.