Emas (Gold)
NORMALAnalisa per 12 Okt 2026 · kemarinEmas COMEX terakhir 4,195 USD/toz = -6.2% vs rata-rata 12 bulan (4,471) → level NORMAL. Arah DATAR (-1.7% MA20 vs MA60).
Fase = level (NORMAL) × arah (DATAR). Siklus tidak menghalangi pembelian.
- HMA emas ESDM belum diperbarui 27 hari (terakhir 2026-09-15; seharusnya ≤ 20 hari)
Fundamental Komoditas & Industri dikurasi 27 Sep 2026 · 15 hari lalu
Konten dikurasi manual dengan sumber per kartu. Fakta struktural (regulasi, struktur industri) berlaku lama; fakta dinamis (harga, data bulanan) bertanggal — cek tanggalnya di tiap kalimat.
- Produsen emas terbesar Indonesia adalah PT Freeport Indonesia (Grasberg, Papua) — TIDAK listed di IDX; penjualan emas PTFI 2025 ±33 ton. Emiten emas yang tersedia di bursa (AMMN, MDKA, BRMS, ARCI, PSAB) bukan representasi produksi nasional — dicatat jujur.
- Longsor material basah di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (8 Sep 2025) memangkas produksi: target emas PTFI 2026 turun ke 21 ton (700 ribu oz) dari 26 ton (830 ribu oz) — AFU; pemulihan penuh ditarget akhir 2027.
- Smelter PTFI Manyar (Gresik) berkapasitas 60–70 ton emas/tahun; umpan konsentrat baru terbatas dan baru terisi setelah kapasitas tambang mencapai ±65% (H2 2026).
- ANTM: produksi tambang emas sendiri kecil (±743 kg 2025, cadangan Pongkor menipis ±5 ton) tapi volume penjualan >37 ton — bisnis utamanya trading & pemurnian Logam Mulia.
- Produksi PTFI semester I 2026: emas 276 ribu oz (−53,6% y/y dari 595 ribu oz), tembaga 300 juta lb (−54,2%); blok produksi 2 & 3 Grasberg Block Cave beroperasi lagi sejak akhir Maret 2026; kapasitas ±65% di H2 2026, ±80% pertengahan 2027, mendekati penuh akhir 2027 (IMA, 5 Agu 2026).
- Pembelian bersih bank sentral global (WGC): Q2 2026 289 ton — rekor untuk kuartal II dan lima kali lipat Q1 (revisi ±57 ton); semester I 2026 ±345 ton, terendah untuk semester I sejak 2022 karena Q1 ditekan penjualan Turki, Rusia, dan Azerbaijan.
- Permintaan emas total semester I 2026 2.522 ton (+2% y/y) senilai US$380 miliar; Q2 2026: ETF −45 ton (harga lebih lemah & dolar menguat), koin/batangan 307 ton, perhiasan 278 ton (−17% y/y, terendah sejak pandemi) tetapi belanja perhiasan +14% ke US$40 miliar (WGC).
- Pasokan domestik justru TURUN saat harga rekor: gangguan Grasberg membuat Indonesia "darurat pasokan" emas.
- Ekosistem bullion bank domestik (Pegadaian & BSI, diluncurkan 20 Feb 2025) telah menghimpun 153 ton emas dalam setahun — menyerap pasokan ke dalam negeri.
- Pasokan global Q2 2026 1.269 ton (tambang 965,6 ton +2%, daur ulang 326,1 ton −6%) — praktis datar (WGC).
- Emas mencetak rekor US$5.318/toz (COMEX GC=F, 29 Jan 2026) dan harga emas Antam Rp3.168.000/gram (29 Jan 2026); rata-rata LBMA PM Q2 2026 US$4.506,29/toz (−8% dari Q1, +37% y/y — WGC).
- Setelah rekor itu harga terkoreksi: COMEX US$4.248,7/toz (data Yahoo terakhir, 27 Sep 2026; ±20% di bawah puncak); Antam Rp2.613.000/gram (jual) dan Rp2.438.000/gram (buyback) per 26 Sep 2026, naik Rp23.000 dari hari sebelumnya.
- HMA emas ESDM (acuan royalti, 2-mingguan; per toz): P1 Jul 4.214,92 → P2 Jul 4.100,67 → P1 Agu 4.072,12 → P2 Agu 4.098,75 → P1 Sep 4.421,49; HR emas Kemendag P2 Sep 4.493,51 (+1,63%; berbasis data ESDM/LBMA).
- Katalis jangka pendek: The Fed menaikkan suku bunga 25 bp ke 3,75–4,00% pada 16 Sep 2026 (12–0; kenaikan pertama sejak 2023) — arah suku bunga riil dan dolar kini menjadi penekan; pembelian bank sentral, permintaan safe haven, dan kabar gencatan senjata AS–Iran (menurunkan ekspektasi kenaikan Fed) menjadi penopang.
- Beban fiskal ekspor emas: royalti 16% ditambah bea keluar 7,5–15% menurut jenis produk dan band harga acuan (PMK 80/2025, berlaku sejak Desember 2025) — mendorong penjualan berbalik ke pasar domestik; penerimaan bea keluar emas baru Rp900 juta s.d. Juni 2026 dari target Rp3 triliun.
- HPE emas Kemendag P2 September 2026 US$144.469,49/kg (+1,63% dari P1 US$142.154,10; Kepmendag 1817/2026, berlaku 15–30 Sep).
- Kebijakan diarahkan menekan impor emas ke bawah 40% dan mendekati nol pada 2027 — bullion bank sebagai penampung produksi domestik.
- Produsen mulai menggeser penjualan ke 100% domestik via ekosistem bullion.
- Menkeu Purbaya (13 Agu 2026) menyatakan penyelundupan emas terus naik sejak bea keluar berlaku — bea keluar justru menjadi insentif menyelundup.
- Royalti emas 16% (tarif progresif PP 19/2025 — dievaluasi bersama nikel/tembaga karena windfall harga); bea keluar emas (PMK 80/2025) 7,5–15% menurut jenis produk dan harga acuan; ESDM mengevaluasi bea keluar sejak Mar 2026.
- HMA emas ditetapkan 2-mingguan via Kepmen ESDM — dasar perhitungan royalti.
- Bullion banking diatur POJK 17/2024 (kadar minimal 99,9%); Pegadaian & BSI pemegang izin pertama.
- Emas diarahkan jadi instrumen cadangan strategis nasional — hilirisasi + penyerapan domestik.
- Kemenkeu menyiapkan aturan agar ekspor perhiasan emas dengan bobot tertentu juga dikenai bea keluar (rencana, diumumkan 13 Agu 2026) — untuk menutup celah batangan yang dibentuk seperti perhiasan.
- Rantai nilai: tambang (doré) → pemurnian — Logam Mulia ANTM satu-satunya refinery LBMA-accredited di Indonesia → bullion bank / perhiasan / ekspor.
- Smelter tembaga Manyar (PTFI) menghasilkan emas dari anode slime — kapasitas 60–70 ton/tahun, jalur baru pasokan emas murni domestik.
- Hilir: HRTA (Hartadinata) — manufaktur & ritel perhiasan/emas batangan, driver-nya spread manufaktur & volume, bukan harga emas.
- Emiten IDX: AMMN & MDKA adalah produsen tembaga-emas (by-product signifikan); BRMS/ARCI/PSAB pure-play emas.
- Konflik AS–Iran (sejak Feb 2026) memengaruhi emas lewat energi–inflasi–suku bunga: pada 22 Jul 2026 kabar usulan gencatan senjata 10 hari menurunkan ekspektasi kenaikan Fed dan mengangkat emas 1,6% ke US$4.068 — de-eskalasi bisa positif bagi emas, eskalasi memicu ekspektasi hawkish.
- Dedolarisasi: bank sentral non-Barat terus menambah emas sebagai diversifikasi dari US Treasury — struktural, bukan siklikal.
- Arah kebijakan Fed adalah swing factor terbesar: kenaikan 25 bp ke 3,75–4,00% pada 16 Sep 2026 (12–0) menandai pergeseran ke siklus pengetatan; kejutan hawkish lanjutan menekan emas, sinyal jeda menopang.
- Indonesia membangun kedaulatan emas (bullion bank, hilirisasi) — mengurangi ekspor bahan mentah, memperkuat cadangan domestik.
- Harga volatil dan sudah turun ±20% dari rekor Januari 2026 (US$5.318 → US$4.249) — Fed hawkish, penguatan dolar, permintaan perhiasan lemah (−17% Q2), atau bank sentral mengurangi pembelian bisa memicu koreksi lanjutan; valuasi emiten sudah ikut reli 2025–2026.
- Beban fiskal ekspor (royalti 16% + bea keluar 7,5–15%) menggerus margin penjualan ekspor; kebijakan masih bergerak (evaluasi ESDM, rencana bea keluar perhiasan, penyelundupan meningkat).
- Risiko operasional nyata: longsor Grasberg membuktikan produksi bisa hilang mendadak; ARCI/PSAB punya sejarah kendala operasional sendiri.
- AMMN & MDKA bukan pure-play emas (mayoritas tembaga) — sensitivitas ke harga tembaga ikut menentukan.
- GOLD (Merdeka Gold Resources) mcap < Rp 1 T — terscreening; likuiditas kecil.
- Emiten pelapor USD (AMMN/MDKA/BRMS/ARCI/PSAB): rasio Yahoo perlu koreksi kurs — sudah ditangani pipeline.
- Harga emas dunia diprediksi naik atau menguat dalam minggu ini, dengan beberapa analis menunjukkan bullish sentiment Bloomberg Technoz ↗Kompas.com ↗Waspada.id ↗
- Harga emas Antam naik di awal pekan serta dipengaruhi oleh data inflasi AS Bloomberg Technoz ↗Vibiznews.com ↗www.treasury.id ↗
- Harga emas dunia naik tipis, mendekati USD4.200, dan dipengaruhi oleh faktor geopolitik seperti gencatan senjata Rusia-Ukraina serta ketegangan Houthi MetroTVNews.com ↗Kompas.com ↗kontan.co.id ↗
- Koreksi harga emas dan perak selama dua bulan terakhir dianggap sementara, dengan harga emas berada dalam fase konsolidasi KONTAN ↗kontan.co.id ↗
- Indonesia termasuk dalam daftar 10 negara penghasil emas terbesar dunia dengan cadangan signifikan Star Jogja FM ↗
| Emiten | Emas (rb oz) | Tembaga (rb t) | AISC (US$/oz) | Margin AISC (%) | Cadangan (jt oz) | EV/oz cadangan (US$) | Periode · sumber |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| AMMN | 346 | — | — | — | — | — | 2026-06-30 (H1-2026)[1] |
| MDKA | 67 | 1 | 2.486 | 41 | 15,89 | 357 | 2026-06-30 (H1-2026), 2026-06-30 (Q2-2026)[1][2][3] |
| BRMS | 21 | — | — | — | 3,50 | 1.331 | 2025-12-31 (FY2025), 2026-06-30 (H1-2026)[1][2] |
| ARCI | 122 | — | 1.841 | 56 | — | — | 2025-12-31 (FY2025)[1][2] |
| PSAB | 84 | — | — | — | 2,33 | 345 | 2025-12-31 (FY2025)[1] |
Cohort Tahunan — Pola Siklus 2021–2026
Setiap garis = satu tahun kalender, di-indeks 100 di awal tahun. Kalau garis-garis bergerak searah dengan pola berulang → siklikal/musiman; kalau arah tiap tahun berbeda mengikuti harga komoditas → cyclical murni; kalau naik terus konsisten → struktural. Bandingkan chart saham dengan chart komoditas di bawahnya.
Keputusan per Emiten — Produsen Emas
Rating = peringkat persentil vs peer × murah-tidaknya vs sejarah emiten sendiri; aksi = rating + syarat waktu. Bobot Valuasi 35% · Kualitas 25% · Growth 15% · Momentum 15% · Risiko 10%. Aksi berubah hanya bila sinyalnya bertahan 3 hari.
- Tren pulih bila harga menutup di atas MA50 524 (+2.7%)
- Cek P/B lolos pada harga ≤ 183 (-64.0%)
- Tren pulih bila harga menutup di atas MA50 1,285 (+3.2%)
- Cek P/B lolos pada harga ≤ 555 (-55.4%)
- Tren pulih bila harga menutup di atas MA50 4,494 (+4.5%)
- Tren pulih bila harga menutup di atas MA50 2,923 (+1.9%)
- Cek P/B lolos pada harga ≤ 2,515 (-12.4%)
- Tren pulih bila harga menutup di atas MA50 658 (+18.5%)
- Cek P/B lolos pada harga ≤ 275 (-50.4%)
| Emiten | Kategori | Harga | MCap (T) | EV/EBITDA | P/E | P/B | ROE% | Margin EBITDA% | Div% | RevG% | LabaG% | 3 Bln | Nilai/hari (M) | Peringkat ↓ | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| PSAB | Produsen | 510 | 13,5 | 2,4x | 3,9x | 1,8x | 44,7 | 111 | 0,0* | +14.5% | — | +31.3% | 44,5 | 100 | LAYAKCICIL |
| ANTM | Diversifikasi | 3.050 | 73,3 | 5,5x | 8,2x | 2,0x | 23,9 | 14 | 6,9 | +6.3% | +36.0% | +4.5% | 309,3 | 86 | LAYAKCICIL |
| HRTA | Hilir | 2.070 | 9,5 | 6,2x | 7,2x | 2,6x | 35,6 | 3 | 0,7* | +65.2% | +34.1% | +16.9% | 25,4 | 71 | NETRALTAHAN |
| ARCI | Produsen | 1.245 | 31,4 | 8,1x | 11,9x | 4,4x | 35,7 | 44 | 3,3 | +67.4% | +130.1% | +23.3% | 50,2 | 57 | NETRALTAHAN |
| UNTR | Diversifikasi | 24.350 | 85,1 | 7,6x | 11,1x | 0,9x | 7,9 | 10 | 6,3 | -14.9% | -88.2% | -4.4% | 101,6 | 43 | NETRALTAHAN |
| AMMN | Tembaga-Emas | 4.300 | 311,4 | 13,1x | 19,4x | 3,0x | 15,5 | 46 | 0,0 | — | -60.9% | +13.8% | 350,6 | 29 | NETRALKURANGI |
| MDKA | Tembaga-Emas | 2.870 | 70,1 | 17,8x | — | 4,5x | -0,1 | 16 | 0,4 | +23.5% | — | +8.7% | 106,6 | 14 | HINDARIHINDARI |
| BRMS | Produsen | 555 | 78,7 | 60,5x | 110,0x | 3,5x | 3,2 | 34 | 0,0 | -20.7% | -43.7% | +4.7% | 232,0 | 0 | HINDARIHINDARI |
EV/EBITDA = metrik valuasi utama sektor tambang. AMMN & MDKA tembaga-emas (eligible). ANTM/UNTR diversifikasi & HRTA hilir maks LAYAK. PT Freeport Indonesia tidak listed. Framework v2 (laporan3): skor = PERINGKAT PERSENTIL 0–100 terhadap peer (bukan z-score), metrik hilang menurunkan coverage (bukan dinetralkan). Rating = kuartil komposit × cek absolut vs histori emiten sendiri (yield, P/B, posisi harga 5 thn, multiple vs riwayat kita). Aksi (BELI/CICIL/TAHAN/KURANGI/HINDARI) = rating + syarat waktu (fase industri, tren MA50, overbought, pisau jatuh, bandar, event), berubah hanya bila bertahan 3 hari. Fundamental: laporan kuartalan Yahoo Finance, LTM dihitung sendiri (FY + YTD − YTD lalu). Bukan rekomendasi — alat bantu keputusan.
Harga & laporan keuangan emiten: Yahoo Finance · Emas harian: COMEX via Yahoo (GC=F) · Histori: IMF PCPS via DBnomics · HMA emas & tembaga: Kepmen ESDM (seed ber-sumber 2-mingguan) · Konten kualitatif: dikurasi dengan sumber per kartu. (konten terakhir di-update 2026-09-28).
Data analisa: 2026-10-12. Bukan rekomendasi jual/beli — alat bantu keputusan berbasis data. Skor dihitung rules-based tanpa AI.